![]() |
| Ternak Ayam Cemani |
Salah satu sumberdaya
genetik ternak lokal di Indonesia adalah ayam lokal baik yang asli dari
Indonesia maupun yang berasal dari luar negeri yang telah beradaptasi di
Indonesia selama beberapa generasi. Ayam lokal lebih mudah dipelihara dan
rentan terhadap penyakit jika dibandingkan dengan ayam ras luar negeri.
Sebagian besar ayam lokal Indonesia dipelihara dengan sistem tradisional secara
ekstensif sehingga ayam-ayam tersebut bebas berkeliaran mencari makan dan tidur
dimanapun mereka suka seperti di pohon, lembah dan di setiap pinggir rumah penduduk.
Ayam Cemani merupakan ayam
lokal Indonesia yang berasal dari daerah Kedu Kabupaten Temanggung, Jawa
Tengah. Ayam cemani mempunyai potensi serta nilai ekonomi yang lebih tinggi
dibandingkan dengan ayam lokal lainnya. Pangsa pasar ayam cemani tidak hanya
terbatas pada pasar lokal/nasional tetapi juga dapat dikembangkan ke pasar
internasional (ekspor).
Ayam cemani termasuk ayam
yang produktif dengan produksi telur yang cukup tinggi yaitu kurang lebih 215
butir/ekor/tahun. Cara pemeliharaan ayam cemani tidak berbeda dengan budidaya
ayam kampung lainnya. Ayam cemani jantan dewasa bisa mencapai berat 3.5 – 5.5
kg dan betina dewasa 2.5 – 3.5 kg. Ayam cemani betina mulai bertelur pada umur
6 – 7 bulan dengan berat telur rata-rata 40 – 50 gram per butir.
Secara teknis pemeliharaan
ayam cemani tidak terlalu menuntut penggunaan teknologi yang modern. Ayam cemani
memiliki kemampuan yang baik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan dan
lebih tahan terhadap penyakit. Pemberian pakan mudah dan dapat memanfaatkan
sisa-sisa hasil pertanian ataupun sisa-sisa rumah tangga.
Pemberian pakan ayam cemani harus
disesuaikan dengan umur atau periode pertumbuhan. Pada ayam cemani ada tiga
tahapan dalam pemberian pakan, yaitu periode untuk anak ayam umur 0 - 3 bulan
membutuhkan pakan 10 - 50 gram makanan/ekor/hari, periode dara umur 3-5 bulan membutuhkan
pakan 60 - 70 gram makanan/ekor/hari dan periode dewasa umur lebih dari 5 bulan
membutuhkan makanan 80 - 90 gram/ekor/hari.
